PEMKOT SEMARANG EVAKUASI POHON TUMBANG DAN MEMBERIKAN PENDAMPINGAN PADA KORBAN

foto Berita PEMKOT SEMARANG EVAKUASI POHON TUMBANG DAN MEMBERIKAN PENDAMPINGAN PADA KORBAN


Bencana pohon tumbang yang terjadi di Jl. Pandanaran pada hari Jumat tanggal 4 September 2026 telah menimbulkan luka dalam bagi seluruh warga Kota Semarang. Tragedi tumbangnya pohon Soga di jalan protokol Kota Semarang yang merenggut korban jiwa, menjadi teguran sekaligus momentum penting bagi Pemkot Semarang untuk mengevaluasi pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH) dan keselamatan publik.

Pemkot Semarang melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) selaku pengelola pohon di sebagian besar RTH di Kota Semarang telah melaksanakan kegiatan pra dan pasca kejadian pohon tumbang. Sepanjang ruas jalan Pandanaran telah dilaksanakan pemeliharaan dan pemangkasan pohon pada tanggal 30 April 2026 lalu. Pemeliharaan pohon di lapangan juga sekaligus untuk identifikasi pohon tidak sehat yang berpotensi tumbang untuk dapat segera dieksekusi. 

Terkait pasca pohon tumbang, Pemkot Semarang telah melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon untuk untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas serta mencegah terjadinya kemacetan dan potensi gangguan bagi pengguna jalan. Pemkot juga telah memberikan pendampingan kepada korban dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait bantuan yang dapat diberikan kepada korban bencana. 

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, pohon Soka di Jl. Pandanaran tumbang dikarenakan kondisi tanah di bawah pedestrian yang buruk. Sehingga menyebabkan akar pohon tidak mencengkeram kuat ke tanah. Permasalahan bawah tanah yang tidak terlihat visual, menjadikan pohon tidak teridentifikasi sebagai pohon yang berpotensi tumbang. 

Walikota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan permohonan maaf serta turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban pohon tumbang. Kejadian diluar kendali ini menjadi ruang evaluasi bagi Pemkot Semarang untuk meningkatkan kinerja dengan memprioritaskan keselamatan publik. Pihaknya juga akan terus memberikan pendampingan kepada korban. Untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan, Pemkot memperkuat sistem pencegahan melalui peningkatan mitigasi pohon tumbang, pemanfaatan teknologi (Tree Scanning) serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melaporkan potensi pohon tumbang. 

Langkah tegas ini menegaskan komitmen Pemkot Semarang bahwa keselamatan warga adalah prioritas tertinggi, di mana penataan ruang hijau kota harus berjalan seiring dengan perlindungan jiwa penggunanya.