Geliatkan Heritage Food Festival Wali Kota Semarang Agustina Dorong Pecinan Jadi Pusat Ekonomi

foto Berita  Geliatkan Heritage Food Festival Wali Kota Semarang Agustina Dorong Pecinan Jadi Pusat Ekonomi

KOTA SEMARANG — Gang Warung di kawasan Pecinan Kota Semarang dipenuhi aroma kuliner dan aktivitas pelaku UMKM dalam Heritage Food Festival 2026, Rabu (23/9). Sebanyak 75 UMKM ikut meramaikan kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Mooncake Festival 2026: Cahaya Harmoni Semarang.

 

Bagi Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, festival tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali Pecinan sebagai ruang wisata sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu yang ingin dibangkitkan kembali adalah Pasar Semawis.

 

“Yang lebih unik lagi adalah kita membangkitkan kembali Pasar Semawis,” ujar Agustina.

 

Menurutnya, Pecinan memiliki kekuatan yang bertumpu pada sejarah, budaya, kuliner, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Berbagai kegiatan di kawasan tersebut diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

 

Kehadiran 75 UMKM dalam Heritage Food Festival memperkaya pengalaman wisatawan yang datang ke kawasan Pecinan. Beragam pilihan kuliner menjadi bagian dari daya tarik kawasan, sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada pengunjung.

 

Agustina bahkan merekomendasikan salah satu kuliner yang menurutnya layak dicoba pengunjung. “Kalau malam ini cuma boleh coba satu makanan di sini, Bolang Baling. Tadi ada Bolang Baling harganya lima ribuan. Karena itu kesukaan saya,” katanya.

 

Pengalaman di kawasan Pecinan juga diperkaya dengan pemanfaatan teknologi. Dalam rangkaian kegiatan, pengunjung akan menemukan konsep imersif yang memadukan kawasan bersejarah dengan teknologi interaktif, termasuk pada patung Cheng Ho.

 

“Ada imersif, nanti patungnya Cheng Ho itu bisa berubah menggunakan teknologi kekinian,” jelas Agustina.

 

Menurutnya, perpaduan antara warisan sejarah dan teknologi dapat membuat kawasan bersejarah tetap relevan dengan perkembangan zaman sekaligus menarik minat generasi muda.

 

Di sisi lain, semangat festival juga dibangun melalui gotong royong masyarakat. Agustina menyebut rangkaian kegiatan di Pecinan merupakan hasil kolaborasi dan kontribusi masyarakat Tionghoa Kota Semarang bersama berbagai pihak. Semangat berbagi juga menjadi bagian dari rangkaian Heritage Food Festival, salah satunya melalui pembagian sembako kepada masyarakat.

 

Bagi Agustina, kehidupan kawasan wisata perlu tumbuh bersama aktivitas masyarakat dan pelaku usaha yang ada di dalamnya. Karena itu, Pecinan diarahkan untuk menjadi kawasan yang mampu menggerakkan kegiatan pariwisata sekaligus perekonomian warga.

 

“Menjadi pusat pariwisata, menjadi pusat pergerakan ekonomi yang lebih maju,” tegas Agustina mengenai harapannya terhadap kawasan Pecinan Kota Semarang.

 

Arah tersebut membuat Pecinan dikembangkan sebagai destinasi dengan beragam pengalaman dalam satu kawasan. Pengunjung dapat menikmati kuliner, mengenal sejarah dan budaya, berbelanja produk UMKM, sekaligus melihat aktivitas masyarakat yang menjadi bagian dari kehidupan kawasan.

 

Dengan kembali hidupnya Pasar Semawis dan hadirnya puluhan UMKM dalam Heritage Food Festival, Agustina berharap aktivitas ekonomi di kawasan Pecinan semakin tumbuh dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

“Pecinan jangan hanya menjadi tempat yang kita kenang karena sejarahnya. Pecinan harus menjadi kawasan yang terus hidup, dikunjungi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menggerakkan ekonomi Kota Semarang.”